Jumat, 14 Desember 2012

Menuju masyarakat madani indonesia !

di 14.01


beberapa contoh text dibawah juga dilengkapi dengan komentar2 aufa !

Gotong Royong Pada Masyarakat Suku Tengger

Bagi masyarakat pedesaan yang kehidupan masyarakatnya masih terasa kekerabatannya, kegiatan gotong royong masih sering dilaksanakan. Baik dalam kegiatan keluarga seperti dalam pesta perkawinan atau khitanan maupun membangun rumah. Juga dalam kegiatan kemasyarakatan seperti bersih desa, membangun pos kamling, dan membersihkan jalan serta selokan.
Masyarakat Suku Tengger melakukan gotong royong ini biasa disebut dengan istilah gugur gunung. Bedanya, pada masyarakat Suku Tengger gotong royong bukan hanya di lakukan hanya di wilayah desanya tetapi keluar jauh dari tempat tinggal mereka. Bahkan bisa sampai sekitar 5 – 10 km dari desa. Sesuatu yang jarang dilaksanakan di tempat lain. Bisa saja mereka memberi upah untuk para pekerja mengingat pendapatan perkapita mereka di atas rata-rata karena wilayahnya yang subur. Namun bagi mereka semangat kekeluargaan, kekerabatan, dan kebersamaan lebih berharga daripada nilai uang yang harus dikeluarkan untuk membangun sesuatu.
Pertengahan 2011 yang lalu, masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadisari bergotong royong meratakan debu, pasir, dan bebatuan kecil yang keluar dari perut Bromo saat terjadi letusan di akhir 2010 dan awal 2011. Gotong royong ini dilakukan beberapa kali mengingat medan yang cukup berat dan luas. Tepatnya persis di bawah anak tangga menuju puncak Gunung Bromo. Bagi masyarakat Suku Tengger di Desa Ngadas tak berbeda dalam gugur gunung membersihkan jalan dari semak belukar, perdu, dan ilalang yang cepat tumbuh subur menutupi pandangan di jalan terjal, berliku, dan gelap tertutup pepohonan yang tinggi.

Komentar : Seiring perkembangan jeman, dan munculnya era globalisasi, dimana secara tidak langsung sudah mulai berkembangnya sifat individualisme, dimana hanya mengurus kepentingan masing-masing saja. Menurut saya, gotong royong seperti yang disebutkan pada artikel diatas, merupakan suatu cara efektif untuk menimbulkan kembali rasa kebersamaan, rasa tanggung jawab dan memperbaik hubungan antarwarga disuatu daerahtertentu yang melaksanakan hal ini.

16.370 WNI Ikut Pemilu di Sydney

Sekretaris I/Konsul Bagian Kekonsuleran KJRI Sydney, Edy Wardoyo, dalam penjelasannya, Kamis (3/4), mengatakan jumlah itu masih sangat mungkin meningkat karena pihaknya masih memproses sedikitnya seribu orang WNI lain yang baru melapor diri.

Dibandingkan hasil pendataan WNI di negara bagian New South Wales, Queensland, dan Australia Selatan untuk kepentingan Pemilu 2004, hasil pendataan untuk Pemilu 2009 menunjukkan adanya peningkatan yang sangat signifikan. Dalam pendataan calon pemilih untuk Pemilu 2004, jumlah WNI yang berhasil didata hanya 8.000 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 3.600 orang di antaranya menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2004, kata Edy Wardoyo.

"Artinya, yang ikut Pemilu 2004 kurang dari 50 persen dari jumlah WNI yang terdata. Nah untuk Pemilu 2009, saya optimis jumlah WNI yang memilih akan meningkat tajam," katanya. Edy mengatakan, peningkatan tajam jumlah WNI yang berpotensi memiliki hak pilih dalam Pemilu 2009 itu tidak terlepas dari intensifnya pencatatan dan pendataan yang dilakukan di tiga negara bagian yang masuk wilayah administratif KJRI Sydney itu.

Dari 16.370 orang WNI yang sudah terdata, sebanyak 1.500-an orang di antaranya tinggal di Queensland, 650-an orang di Australia Selatan, dan sisanya berdomisili di New South Wales, katanya menambahkan. Total jumlah WNI yang ada di tiga negara bagian itu mencapai 30 ribuan orang.

Komentar : pelaksaaan pemilu untuk WNI yang berada diluar wilayah NKRI merupakan suatu hak bagi mereka untuk ikut menyumbangkan hak pilih mereka. Maka, sepatutnya WNI yang sudah tercatat dan terdaftar layaknya memakai hak pilihnya dengan sebaik-baiknya karena masih benyak WNI yang belum terdaftar dan akhirnya tidak dapat ikut dalam pemilu.

Wow Pemilihan RT Disulap Mirip Pilpres

Bilik suara tidak hanya milik pemilihan kepala daerah (pilkada) hingga pemilihan presiden. Di suatu sudut di Kota Semarang, tepatnya di RT 1 RW 4, Sukorejo, Gunungpati, para warganya menggunakan bilik suara untuk pemilhan ketua Rukun Tetangga, Minggu (18/11/2012). Suasananya pun tidak kalah meriah dengan pilkada ataupun pilpress.

"Seru, biasanya kalau pemilihan malam. Ini siang. Yang ikut juga ramai. Biasanya cuma kayak arisan saja milih RT-nya," kata seorang warga bernama Rohatin (72) di sela-sela pemilihan RT.

Sekilas, suasana pemilihan RT itu mirip pilkada. Warga membangun tenda lalu ada papan yang memasang gambar calon RT. Ada enam nominasi yaitu Ariyadi, Darto, Sakuwan, Tarso, Tri Rabisan, Suwandoyo dengan nomer urut masing-masing.

Warga yang hendak mencoblos menunggu giliran. Begitu dipanggil, mereka akan diberi kartu dan dipersilakan masuk bilik yang terbuat dari kardus. Jumlah pemilihnya 189 orang dengan hak suara yang dipakai 151.

"Kami memang sengaja menggelar seperti ini agar warga belajar berdemokrasi, apa pun perbedaannya harus tetap bersatu," kata ketua panitia Sriyanto (41).


Komentar : pemilihan kepengurusan RT tidak bisa dianggap sepele, karena nantinya ketua RT akan bertanggung jawab nantinya terhadap RT yang diketuainya. Sebuah realita yang banyak terjadi yaitu pengabaian pemilihan ketua RT oleh warga RT yang hanya dipandang sepele dan akhirnya warga itu sendirilah yang akan menanggung nantinya. Oleh sebab itu, banyak cara dilakukan untuk menarik minat warga untuk berpartisipasi aktif dalam pemilihan RT ini. Salah satunya dengan cara yang terdapat pada artikel diatas. Akan sangat baik jika kita mencoba mencari cara-cara efektif untuk mmengundang minat warga

OSIS Gelar Workshop Jurnalistik

SMA 1 Parepare (14/1)-- Osis SMAN 1 Parepare  bekerja sama dengan  Parepos mengadakan sebuah workshop internal mengenai jurnalistik. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 14 Januari 2012 di Ruang Multimedia SMAN 1 Parepare.
Osis mengadakan workshop pelatihan jurnalistik, salah satu program kerja  OSIS. Pelatihan Jurnalistik tersebut dihadiri oleh 50 orang, yakni dari kelas 1,2,dan 3.
Afif Akhmadi sebagai "Ketua Panitia" workshop tersebut menyampaikan laporan ketua panitianya, bahwa tujuan Pelatihan Jurnalistik ialah untuk memberikan pengetahuan kepada siswa bagaimana karya seorang jurnalis ''Anggaran dari kegiatan ini, bersumber dari dana sekolah'' ungkap ketua panitia.
 Adapun dua pemateri dari wartawan "PAREPOS" ialah Salman Rasak & Suddin Syamsuddin. Pemateri tersebut membawakan beberapa materi ,yaitu : "Tekhnik" dalam penulisan berita yang harus berpatokan pada 5w + 1H , lalu pada "Tahap-Tahapan jurnalistik" yakni dimulai pada tahap perencanaan hingga tahap seluruh berita yang telah dicari, dikumpulkan kembali lalu dipilihlah berita yang paling menarik untuk dijadikan sampul pertama .
Pada umumnya karya tulis dan karya jurnalistik sama. Hanya saja pada karya tulis, cara mencari beritanya sangat padat karena harus berpatokan pada 5w + 1H , "Namun pada karya jurnalistik hanya menceritakan kejadian/peristiwanya saja", kata pemateri
"Satu hal yang harus diperhatikan oleh seorang jurnalis/wartawan yakni, selalu membuat berita yang seimbang dan buat berita hindari berita opini" , ungkap salah satu pemateri
Pemateri tersebut melakukan sedikit praktek terhadap siswa , bagaimana caranya agar menjadi seorang jurnalis/wartawan . Selain menanyangkan beberapa contoh berita , pemateri juga mengajarkan bagaimana membuat berita yang singkat, mudah untuk dibaca, dan tidak membosankan.
Komentar : salah satu organisasi yang diakui negara di tingkat sekolah adalah OSIS, dan didalam OSIS, pengurusnya dituntut untuk dapat berpikiran selangkah lebih maju daripada siswa biasa. Seperti yang disebutkan dalam artikel diatas, dengan mengadakan suatu event, mereka mempelajari cara-cara memimpin, mengorganisir dan berpolitik dan hal ini merupakan suatu bekal untuk remaja indonesia untuk dapat menjadi pemimpin untuk negara kita dimasa depan nanti. Oleh karena itu, untuk menjadi pengurus OSIS merupakan hal positif dan dianjurkan untuk siswa yang memang berkompeten di bidang kepemimpinan.

Yayasan Gebrak Bantu Beras untuk Warga Kurang Mampu


Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H tahun 2012, Yayasan Gema Bhakti Rakyat (Gebrak) mengadakan bakti sosial, menyerahkan bantuan sebanyak 4 ton beras kepada Badan Kemakmuran Mesjid (BKM) Al Hidayah di Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Medan, Minggu (12/8).
Bantuan beras tersebut diserahkan Ketua Yayasan Gema Bhakti Rakyat HA Ronny Simon didampangi Ketua Panitia Parlindungan Tonang dan Tai Pho Ciu alias Aciu diterima Ketua BKM Al Hidayah Yatimin dan beberapa pengurus.
Penyerahan disaksikan Camat Medan Polonia Odi Dodi Prasetyo, Kepala Kelurahan Polonia Dahri Siregar, tokoh masyarakat Ki Heni Wiryono, MH (Sekargunung), Ki Gondo Asmoro Sugiono sesepuh Padepokan Agung Tunggal Roso Nuswantoro Sumut, dan kepala lingkungan setempat. Menurut Ronny Simon, penyerahan bantuan beras ini merupakan rasa peduli para donatur dari luar Kelurahan Polonia untuk dapat dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu. "Bantuan ini diberikan setiap tahun sebelum Hari Raya Idul Fitri dan sudah dilaksanakan untuk kesepuluh kali kepada BKM Al Hidayah," ujar Ronny Simon.
Camat Medan Polonia Odi Dodi Prasetyo dalam sambutannya atas nama Pemerintah Kota khususnya Kelurahan Polonia menyampaikan terima kasih adanya bantuan beras yang ke 10 kali, setiap tahun untuk dibagikan kepada warga kurang mampu.
Dikatakan, bantuan ini merupakan amanah yang luar biasa dan mungkin kita tidak bisa membalas budi baik mereka yang dikordinir Yayasan Gema Bhakti Rakyat. Kepada Nazir Masjid Al Hidayah yang diberi kepercayaan, agar dapat memberikan bantuan beras tersebut kepada yang berhak.
Komentar : BKM merupakan salah satu organisasi sukarela yang dapat mewujudkan masyarakat madani. Seperti dalam artikel diatas, dalam misi kemanusiaan, BKM dapat membantu pemerintah dalam penuntasan kemiskinan. Maka petutlah kita memberikan apresiasi dan acungan jempol kepada anggota badan-badan seperti ini, karena dengan sukarela mereka sudah membantu sesama. Merupakanhal positif bagi kita untuk bergabung di organisasi-organisasi social seperti ini, karena ini dapat mewujudkan masyarakat madani Indonesia.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

It Girl Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea